Waspada Cedera Plester: Panduan Komprehensif Manajemen & Pencegahan MARSI
Medical Adhesive-Related Skin Injury (MARSI) didefinisikan sebagai suatu kondisi klinis di mana kemerahan (eritema) persisten selama 30 menit atau lebih, dan/atau manifestasi abnormalitas kulit lainnya seperti lepuhan, erosi, atau robekan terjadi setelah pelepasan perekat medis.
Cedera ini sering kali salah dianggap sebagai komplikasi yang tidak terhindarkan dalam prosedur medis harian. Namun, tim spesialis di Ag Woundcare menegaskan bahwa mayoritas kasus luka akibat MARSI sebenarnya dapat dicegah secara signifikan melalui protokol perawatan kulit periwound yang tepat serta pemilihan material perekat yang sensitif.
Dampak Klinis MARSI
Luka akibat MARSI memicu rasa nyeri hebat pada pasien, berisiko tinggi menjadi pintu masuk infeksi bakteri sekunder, memperluas dimensi luka utama, serta memperlama masa penyembuhan jaringan secara keseluruhan.
Faktor Risiko Kerusakan Kulit
Identifikasi dini terhadap kondisi pasien yang sangat rentan mengalami luka trauma mekanis akibat perekat medis sangat penting dilakukan oleh klinisi sebelum aplikasi perekat:
- Faktor Usia Ekstrem: Bayi prematur/neonatus (struktur kulit belum matur sempurna) serta pasien geriatri/lansia (lapisan dermis menipis, kehilangan kolagen, dan minyak alami kulit).
- Kelembapan Berlebih: Kulit yang mengalami maserasi akibat paparan keringat, urine, feses, atau eksudat luka kronis yang tertahan di bawah balutan.
- Faktor Obat-obatan: Pasien yang mengonsumsi obat kortikosteroid sistemik jangka panjang yang menyebabkan kulit mengalami atrofi struktural.
Klasifikasi Tipe Luka MARSI
| Tipe Luka MARSI | Karakteristical Klinis Keadaan Kulit | Mekanisme Cedera |
|---|---|---|
| Epidermal Stripping | Terkelupasnya lapisan stratum korneum. Kulit tampak berwarna merah cerah, mengkilap, basah, dan perih. | Daya rekat plester lebih kuat daripada ikatan antar-sel kulit. |
| Tension Injury (Blister) | Timbul lepuhan atau vesikel berisi cairan bening di bawah plester atau pada batas tepi plester. | Plester dipasang terlalu kencang atau sengaja ditarik saat diaplikasikan. |
| Skin Tear (Robekan Kulit) | Luka robek linier atau berbentuk flap terkelupas yang memisahkan lapisan epidermis dari dermis. | Gaya geser atau tarikan kasar saat mencabut plester medis dengan cepat. |
| Maserasi | Kulit melunak, tampak berwarna putih keruh, basah, dan sangat rapuh jika disentuh. | Cairan luka terjebak di bawah plester oklusif non-breathable. |
Protokol Pencegahan & Prosedur Kerja di Ag Woundcare
Dalam memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan pasien, Ag Woundcare menerapkan standar prosedur operasional berbasis bukti klinis sebagai berikut:
A. Tahap Pemasangan (Aplikasi Plester)
- Bersihkan kulit sekitar luka dengan air steril atau saline, pastikan area periwound benar-benar kering sempurna sebelum penempelan.
- Aplikasikan cairan Liquid Skin Barrier Film (non-alkohol) pada area kulit untuk membentuk lapisan pelindung transparan di atas kulit.
- Tempelkan plester secara lembut mulai dari arah tengah menuju ke bagian luar. Dilarang meregangkan atau menarik plester saat ditempelkan.
- Usap halus permukaan plester menggunakan jari atau telapak tangan untuk mengaktifkan daya rekatnya secara merata tanpa celah udara.
B. Tahap Pelepasan (Removal Plester)
- Tahan dan amankan kulit sehat di sekitar ujung plester menggunakan jari tangan Anda untuk menstabilkan jaringan kulit di bawahnya.
- Kupas ujung plester perlahan dengan sudut pelepasan yang rendah (hampir sejajar/horizontal dengan kulit, sudut mendekati 180 derajat). Jangan ditarik lurus ke atas.
- Tarik plester secara perlahan-lahan mengikuti arah alami pertumbuhan rambut pasien.
- Apabila plester melekat terlalu kuat pada kulit lansia atau anak-anak, gunakan cairan pelarut perekat khusus (Medical Adhesive Remover) berbahan dasar silikon.
Peringatan Keras Tim Medis
Jangan pernah melepas plester dengan metode menyentak atau menariknya dengan gerakan cepat. Gerakan menyentak akan merobek jaringan kulit pasien dan menimbulkan luka mekanis instan.










0 Komentar